Panduan Sukses Membuka Usaha Laundry Kiloan

Laundry Kiloan

Jika Anda mencari peluang jangka panjang yang banyak dibutuhkan, laundry kiloan adalah salah satunya. Perubahan gaya hidup serta perkembangan teknologi semakin meningkatkan kebutuhan akan layanan cepat untuk kegiatan sehari-hari, termasuk mencuci dan menyetrika pakaian.

Anda bisa membuka bisnis laundry kecil-kecilan sebagai permulaan sebelum menarik pelanggan lebih banyak dan mengembangkannya. Ikuti panduan ini untuk membuka laundry sukses.

Peluang Usaha Laundry Kiloan

Apakah Anda tidak yakin soal peluang kesuksesan laundry kiloan? Magic Johnson, pemain basket yang sukses menjadi wirausahawan, punya prinsip praktis untuk Anda ikuti.
Teliti ide Anda, dan lihat apakah ada peluang. Banyak orang punya ide bagus, tetapi tidak tahu apakah ada permintaan untuk ide tersebut atau tidak.
Anda harus mempertimbangkan potensi permintaan akan jasa cuci pakaian di lingkungan sekitar tempat bisnis. Ada beberapa pelanggan potensial yang bisa Anda bidik untuk menawarkan jasa cuci pakaian, contohnya sebagai berikut.

1. Pekerja Kantoran

Pekerja kantoran sering kesulitan mengatur waktu untuk mengurus pekerjaan serta melakukan kegiatan harian. Jam kerja yang panjang mendorong banyak di antara mereka mencari jasa cuci baju yang buka 24 jam, cocok sebagai calon pelanggan rutin.

Anda bisa membidik potensi ini dengan membuka laundry di dekat area perkantoran atau kos pekerja. Semakin meningkat ekonomi suatu daerah, semakin besar juga peluang sukses membuka laundry.

2. Mahasiswa

Mahasiswa masa kini tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mengikuti beragam kegiatan. Kesibukan sering membuat mereka kesulitan untuk mencuci pakaian secara rutin. Ini sebabnya bisnis laundry kiloan sering buka di dekat area kos-kosan mahasiswa.

3. Pemilik Rumah Kos

Mahasiswa bukan satu-satunya pelanggan potensial. Pemilik rumah kos sering bekerja sama dengan laundry kepercayaan untuk mencuci pakaian penghuninya. Anda bisa menjalin kerja sama jangka panjang dengan pemilik rumah kos, kontrakan, dan sejenisnya.

4. Penghuni Apartemen dan Rumah Susun

Penghuni apartemen kelas menengah dan rumah susun bisa menjadi pelanggan laundry potensial. Banyak di antara mereka memiliki ruang terbatas untuk menaruh mesin cuci. Layanan laundry sering menjadi andalan untuk penghuni apartemen di perkotaan.

5. Keluarga dengan Anak

Keluarga yang memiliki anak biasanya harus sering mencuci, terutama karena pakaian anak cepat sekali kotor. Keluarga dengan orang tua bekerja juga sering membutuhkan jasa tertentu demi mendukung kegiatan sehari-hari, termasuk laundry kiloan.

6. Pemilik Homestay/Penginapan

Homestay atau penginapan rumahan ala Airbnb kini menjadi alternatif populer hotel bagi para pelancong. Pemilik penginapan semacam ini bisa menjadi salah satu pelanggan tetap jangka panjang jika Anda berbisnis laundry.

7. Pemilik Usaha/Kantor

Pemilik usaha atau kantor yang menuntut pegawainya berseragam sangat membutuhkan jasa cuci pakaian. Anda bisa menjalin kerja sama tetap dengan pemilik usaha untuk mendapat pemasukan rutin.

Pemilik usaha atau kantor biasanya lebih suka bekerja sama dengan bisnis laundry yang sudah mapan. Anda mungkin bisa merambah ke pemilik usaha ketika bisnis laundry mulai berkembang.

Tergantung di mana Anda membuka usaha, Anda bisa mendapat beragam jenis pelanggan yang lebih spesifik. Misalnya, Anda mungkin bisa bekerja sama dengan tempat penampungan atau rumah singgah.

Modal dan Perkiraan Keuntungan Bisnis Laundry Kiloan

Anda bisa membuka bisnis laundry kiloan dengan dua cara: lewat waralaba atau usaha kecil mandiri. Masing-masing cara memiliki risiko, keuntungan, serta perhitungan modal spesifik.

1. Laundry Waralaba (Franchise)

Bisnis franchise merupakan solusi praktis untuk Anda yang belum berpengalaman berbisnis sama sekali. Tidak seperti bisnis konvensional, waralaba menawarkan kepraktisan karena paket bisnisnya sudah tersedia.

Paket waralaba laundry kiloan menawarkan mesin cuci, pengering, perkakas untuk menjemur dan menyeterika baju, produk-produk pencuci serta pembersih, dan sebagainya. Anda cukup menyediakan modal untuk memulai usaha di tempat yang diinginkan.

Biaya memulai usaha laundry waralaba biasanya berkisar antara 30 hingga 70 juta Rupiah, tergantung jenis paket yang Anda pilih. Selain perlengkapan dan produk, Anda juga harus mempertimbangkan properti serta biaya listrik, air, dan fasilitas pendukung.

Laundry waralaba juga menuntut Anda untuk menggunakan produk-produk mereka sendiri. Jika kehabisan, Anda biasanya tidak bisa mengganti produk pembersih dengan alternatif lain, kecuali jika produk yang digunakan termasuk generik.

2. Laundry Modal Kecil

Usaha laundry modal kecil tidak membutuhkan biaya sebanyak waralaba, namun Anda harus menyiapkan semuanya sendiri. Akan tetapi, Anda bisa memulai usaha laundry kiloan dengan modal relatif lebih kecil. Anda juga lebih bebas memilih jangkauan usaha.

Berapa biaya yang harus Anda keluarkan? Berikut analisa modal usaha laundry jika Anda ingin memulai secara kecil-kecilan.
  1. Mesin cuci bukaan depan (kualitas sedang): Rp5.000.000
  2. Mesin pengering kualitas sedang: Rp4.000.000
  3. Timbangan digital untuk laundry: Rp500.000
  4. Ember plastik besar 3 buah: Rp150.000
  5. Rak besi untuk laundry: Rp750.000
  6. Selang dan peralatan mencuci (minimal panjang selang 10 meter): Rp300.000
  7. Detergen laundry: mulai dari Rp100.000/kg
  8. Pelembut pakaian (untuk setrika): mulai dari Rp100.00/kg
  9. Setrika uap dan meja: Rp500.000
  10.  Gantungan plastik tebal 100 buah: Rp1.500.000
  11.  Plastik laundry 1 set: Rp200.000
  12.  Perlengkapan kantor: Rp400.000
Total: Rp13.500.000

Perkiraan harga di atas adalah perhitungan rata-rata, tetapi bisa memberi Anda gambaran tentang hal-hal yang harus disiapkan jika ingin membuka usaha di rumah. Anda harus mengeluarkan biaya ekstra jika ingin punya tempat berbisnis sendiri, misalnya menyewa.

Jangan lupa memperhitungkan biaya bulanan. Misalnya, biaya listrik dan air yang bisa mencapai Rp500.000 hingga Rp700.000 per bulan. Perhitungkan juga gaji karyawan yang bisa disesuaikan dengan UMR masing-masing daerah.

Dibandingkan waralaba, membuka usaha sendiri terdengar lebih merepotkan, terutama untuk pemula. Akan tetapi, Anda bisa menentukan sendiri rincian usaha dan mengembangkannya sesuai keinginan.

Usaha laundry yang dikelola sendiri juga relatif lebih fleksibel. Misalnya, Anda bisa menyesuaikan produk pembersih yang dibeli dengan tarif. Anda bisa memilih produk murah, menengah, atau mahal sesuai pertimbangan.

Pemilik bisnis kecil mandiri juga bisa menyesuaikan peralatan bisnis dengan modal dan kemampuan finansial. Misalnya, Anda mungkin memulai dengan mesin cuci murah atau kelas menengah, lalu perlahan meningkatkan standarnya menjadi yang lebih canggih.

Kelebihan Usaha Laundry Kiloan

Mengapa banyak orang berminat pada usaha laundry kiloan? Hal itu karena beberapa kelebihan yang ditawarkan usaha ini. Berikut beberapa yang bisa Anda jadikan pertimbangan untuk berbisnis.

1. Cocok sebagai Bisnis Sampingan

Ingin membuka bisnis tetapi tidak ingin meninggalkan pekerjaan utama atau keluarga? Laundry rumahan bisa menjadi alternatif. Anda bisa menjalankannya sebagai usaha sampingan tanpa harus meninggalkan rumah.

Kegiatan mencuci pakaian bisa Anda lakukan dengan aktivitas lain. Sambil menunggu mesin cuci selesai bekerja, Anda bisa melakukan aktivitas kerja atau rumah tangga.

2. Risiko Relatif Kecil

Laundry kiloan adalah usaha dengan risiko kecil. Anda akan selalu menemukan seseorang yang membutuhkan jasa cuci pakaian. Perlengkapannya juga mudah didapat dan Anda bisa memulainya di rumah sendiri, tanpa menyewa properti khusus.

Faktor risiko kecil ini juga terkait bahaya kerja. Anda memang harus waspada terhadap hal-hal seperti alat elektronik dan panas setrika, namun secara umum, bisnis laundry tidak terlalu mendatangkan bahaya.

3. Bisa Dilakukan Siapa Saja

Anda tidak perlu memiliki pendidikan atau keterampilan khusus untuk menjalankan usaha cuci pakaian. Siapa saja bisa membuka bisnis ini selama memiliki modal, strategi usaha, serta keahlian praktis untuk mencuci pakaian secara lebih profesional.

Keuntungan ini juga bisa diterapkan saat mencari karyawan. Anda tidak membutuhkan karyawan berijazah atau berlatar belakang universitas, misalnya. Anda bahkan bisa menyewa karyawan paruh waktu untuk menghemat biaya.

4. Beban Gaji Relatif Kecil

Anda bisa menjalankan usaha laundry tanpa karyawan, terutama jika usaha Anda masih level rumahan sederhana. Akan tetapi, bahkan jika harus mencari karyawan, Anda tidak akan terkena beban gaji terlalu banyak.

Laundry adalah bisnis yang sebagian besar aktivitasnya membutuhkan mesin. Kegiatan manusia terbatas pada menyeterika, melipat atau menggantung, serta mengelompokkan baju-baju milik pelanggan. Anda pun bisa sedikit menghemat untuk menggaji karyawan.

5. Tidak Mengenal Musim

Tidak seperti jenis usaha yang hanya ramai pada musim tertentu, misalnya kue kering untuk hari besar, laundry buka sepanjang tahun. Anda justru bisa mendapat keuntungan dari layanan cuci pakaian saat musim liburan atau akhir tahun.

6. Tren Bisnisnya Abadi

Laundry bukan jenis usaha yang akan menghilang karena perkembangan zaman. Bisnis ini cocok sebagai usaha jangka panjang karena trennya abadi. Anda mungkin hanya harus mengganti alat atau produk, tetapi jenis layanannya tidak akan berubah.

Kekurangan Usaha Laundry Kiloan

Sama seperti jenis bisnis lainnya, laundry mengenal risiko usaha. Berikut beberapa kekurangan bisnis laundry agar Anda memahami tantangannya.

1. Banyak Saingan

Popularitas serta kemudahan membuka usaha laundry kiloan juga menghadirkan persaingan. Jika Anda tinggal di daerah strategis seperti area kos atau dekat apartemen, bersiaplah menghadapi saingan yang mengincar “lahan basah” ini.

Persaingan Anda akan semakin keras jika menghadapi pemilik usaha yang cukup “bermodal”, misalnya laundry waralaba. Anda benar-benar harus menawarkan keunikan dan layanan prima untuk bisa bersaing.

2. Kesulitan Saat Listrik/Air Mati

Usaha laundry membutuhkan asupan listrik dan air terus-menerus agar bisa berjalan lancar. Jika Anda tinggal di area yang sering mengalami mati listrik atau air, usaha Anda akan terhambat. Apalagi, pemadaman listrik atau mati air sering terjadi mendadak.

Satu-satunya cara agar bisnis tidak terhambat adalah memiliki sumber listrik dan pompa cadangan. Hal ini tentu membutuhkan biaya tambahan, misalnya untuk bahan bakar dan pemeliharaan.

3. Biaya Perawatan Tambahan

Pemilik laundry harus punya modal untuk merawat mesin cuci dan alat pendukungnya. Hal ini karena Anda menggunakannya setiap hari. Mesin cuci, pengering, dan benda elektronik lainnya membutuhkan perawatan rutin agar bisa terus bekerja.

Anda juga harus memikirkan cadangan jika salah satu mesin laundry rusak. Jika mereka tidak bisa diperbaiki, Anda terpaksa harus membeli yang baru agar usaha bisa terus berjalan.

4. Risiko Polusi

Salah satu risiko jasa pembersihan atau pencucian adalah kehadiran limbahnya. Usaha laundry menghasilkan limbah berupa air kotor, sabun, bahan kimia, dan partikel yang larut dari pakaian. Hal ini bisa menjadi masalah jika Anda tidak paham manajemen limbah.

Drainase buruk juga bisa menjadi hambatan. Jika Anda mencuci banyak pakaian setiap hari tanpa memiliki sistem drainase bermutu, genangan air akan menimbulkan masalah bagi Anda maupun tetangga.

5. Hambatan Cuaca

Cuaca bisa menjadi penghalang bagi pemilik laundry yang baru memulai usaha dan belum memiliki mesin pengering, misalnya. Pakaian atau kain tebal seperti selimut, denim, wol, dan jaket tidak akan kering maksimal jika cuaca mendung.

Anda mungkin bisa mengurangi ketergantungan pada cuaca dengan mesin pengering. Akan tetapi, ada beberapa jenis pakaian atau bahan yang tidak bisa dikeringkan dengan mesin karena bisa rusak. Cuaca tetap harus menjadi pertimbangan untuk pakaian seperti ini.

6. Sulit Berkembang

Bisnis laundry rumahan biasanya memiliki pangsa pasar yang bersifat lokal. Anda harus memiliki modal besar untuk membeli peralatan lebih canggih serta membuka usaha di wilayah lain. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemilik bisnis rumahan.

Tantangan lainnya adalah dari perputaran uang. Bisnis rumahan memiliki keterbatasan soal jumlah pakaian yang bisa dicuci setiap hari. Jika ditambah aspek persaingan, hal ini membuat perputaran uang menjadi lambat.

Tips Membuka dan Menjalankan Usaha Laundry Kiloan untuk Pemula

Walau menghadirkan banyak tantangan, bisnis laundry kiloan adalah salah satu pilihan yang cocok untuk usaha pemula. Anda bisa menyiasati masalah persaingan dan pengelolaan bisnis dengan tips-tips di bawah ini.

Pilih Lokasi yang Mendukung

“Memilih lokasi tepat” bukan hanya soal mendekati pangsa pasar Anda (mahasiswa, pekerja kantoran, penghuni apartemen). Wilayah bisnis juga harus menawarkan beberapa keuntungan yang mendukung pengelolaan usaha.

Misalnya, pastikan tempat laundry Anda punya drainase serta sistem aliran air yang bagus. Tempat bisnis juga harus mudah diakses dan tidak tersembunyi. Perhitungkan juga ukuran tempat bisnis, siapa tahu Anda berminat menambah mesin atau kapasitas rak, misalnya.

Sesuaikan Promosi dengan Sasaran Pelanggan

Internet dan media sosial adalah solusi promosi yang murah dan mudah. Akan tetapi, tidak semua calon pelanggan bisa Anda capai hanya dengan internet. Pelanggan laundry biasanya tinggal relatif dekat dengan penyedia jasa tersebut, sehingga strategi harus disesuaikan.

Misalnya, jika ada banyak ibu rumah tangga atau pasangan dengan anak di daerah tersebut, coba gunakan pemasaran dari mulut ke mulut. Anda juga bisa menggunakan brosur yang langsung dibagikan agar bisa menjangkau pelanggan yang lokasinya paling dekat.

Berikan Layanan Ekstra

Bisnis laundry memang menghadirkan persaingan ketat, tetapi Anda bisa menyiasatinya dengan memberi layanan ekstra. Misalnya, Anda bisa memberikan layanan antar-jemput bagi pelanggan super sibuk, sehingga mereka tidak perlu datang langsung.

Anda juga bisa memberikan diskon khusus, misalnya sebagai bonus bagi pelanggan pertama, pelanggan setia, atau mereka yang mencuci pakaian dalam jumlah besar. Jangan lupa meneliti pesaing agar Anda bisa memberi penawaran yang unik.

Anda juga bisa meniru sistem “kartu anggota” seperti yang ditawarkan kafe atau minimarket. Pelanggan setia bisa mendapat poin dari kartu ini untuk ditukar dengan bonus, misalnya diskon. Hal ini akan menambah nilai jual layanan Anda dibanding pesaing lain.

Pelajari Tren dan Jenis Pakaian

Pemilik usaha laundry wajib mengetahui cara benar mencuci pakaian yang berbeda-beda. Pastikan Anda paham cara mengetahui serta membersihkan bahan yang mudah luntur, rusak, atau mengerut. Hal ini akan mencegah kesalahan fatal saat mencuci baju pelanggan.

Hal lain yang harus dipelajari adalah tren berpakaian. Pastikan Anda mengetahui jenis-jenis bahan atasan, jilbab, dan bawahan. Jika pelanggan Anda membawa sesuatu yang belum pernah Anda cuci sebelumnya, jangan ragu menanyakan jenisnya.

Jangan lupa juga menguasai teknik melipat. Pakaian zaman sekarang hadir dalam beragam model. Salah melipat akan membuat mereka kusut dan terlipat di posisi yang aneh. Pelanggan tidak akan segan menjadikan hal ini sebagai poin negatif.